Coretan Teknik

Taman Permata Tembalang – Rekomendasi Desain Ruang Terbuka Publik untuk Mewadahi Aktivitas Fisik Masyarakat RW 5 Kelurahan Kramas

Taman Permata Tembalang – Rekomendasi Desain Ruang Terbuka Publik untuk Mewadahi Aktivitas Fisik Masyarakat RW 5 Kelurahan Kramas
Sumber: dokumen pribadi

Semarang, Momentum—Affan Safana Nuha, Mahasiswa PWK Fakultas Teknik yang tergabung dalam Tim 1 KKN Undip berinisiatif membuat desain ruang terbuka publik ‘Taman Permata Tembalang’. Taman ini didesain mengingat pentingnya menjaga aktivitas fisik untuk meningkatkan imunitas tubuh dan meringankan beban mental akibat pandemi COVID-19. Sehingga, diharapkan nantinya taman ini dapat mewadahi aktivitas fisik di wilayah tersebut.

 Taman ini didesain di wilayah Perumahan Permata Tembalang RT 5 Kelurahan Kramas dan dilengkapi dengan ruang atraksi yang bisa digunakan oleh anak-anak maupun orang dewasa. Secara lebih lanjut, Taman Permata Tembalang ini dibagi menjdi 5 zpna, yaitu Zona Jogging Track, Zona Kreatif Anak, Zona Bermain Anak, Zona Hijau, dan Zona Tunggu.

Hasil desain Taman Permata Tembalang kemudian diserahkan kepada Bapak Ade Novaries Ryandoko selaku Kepala RW 5 Kelurahan Kramas pada hari Senin, 7 Februari 2021 untuk dijadikan arsip dan bahan pertimbangan jika di masa mendatang akan ada rencana pembangunan ruang terbuka publik di kawasan Perumahan Permata Tembalang. Selain itu, hasil desain juga diunggah secara online kemudian disebarkan melalui Whatsapp masyarakat di RW 5 Kelurahan Kramas.

Setelah penyerahan produk desain, program KKN kemudian diakhiri dengan melakukan evaluasi untuk mengetahui respon masyarakat dan tingkat ketercapaian program pembuatan Desain Taman Permata Tembalang. Proses evaluasi dilakukan menggunakan google form yang disebarkan secara online dengan mengambil 4 indikator, yaitu tingkat kepuasan, tingkat pemahaman, tingkat kebermanfaatan, dan tingkat kelayakan.

Hasil evaluasi menunjukan bahwa seluruh responden menyatakan sangat puas terhadap desain Taman Permata Tembalang. Terkait tingkat pemahaman, 66,7% responden menyatakan sangat memahami penjelasan yang ada pada Desain Ruang Terbuka Publik, sedangkan 33,3% sisanya bersikap netral. Terkait tingkat kebermanfaatan, sebanyak 66,7% responden menyatakan bahwa desain tersebut sangat bermanfaat bagi mereka, sedangkan 33,3% sisanya menyatakan bahwa desain taman yang terangkum dalam Buku Desain Ruang Publik bermanfaat. Pada indikator terakhir terkait tingkat kelayakan, 67% responden menyatakan bahwa desain ruang terbuka publik ini layak diterapkan, sedangkat 33% lainnya menyatakan sangat layak untuk diterapkan.

Affan berharap adanya koordinasi semua pihak termasuk pemangku kebijakan di wilayah Perumahan Permata Tembalang dalam melakukan pengawasan program ke depannya dengan harapan program dapat ditindaklanjuti di masa depan.

Editor: Gunawan

Penulis: Affan Safana Nuha

Click to add a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Coretan Teknik

More in Coretan Teknik

PRIHATIN KARENA KURANGNYA EDUKASI KESELAMATAN, MAHASISWA UNDIP SOSIALISASIKAN PENTINGNYA MENGETAHUI KESELAMATAN SAAT BERADA DI KAPAL DAN TEMPAT KERJA

adminFebruary 15, 2021

Mahasiswa KKN UNDIP Penuh Ide! Sulap Sampah Plastik Jadi Alternatif Batu Bata

adminFebruary 14, 2021

COVID-19 Masih Melonjak, Mahasiswa KKN UNDIP Gencarkan Pelatihan Pembuatan Handsanitizer Touchless Otomatis

adminFebruary 14, 2021

Mahasiswa KKN Undip : Masterplan “Kawasan Tangguh Covid-19” sebagai Arahan Pembangunan Infrastruktur di Tengah Pandemi

adminFebruary 14, 2021

Tanpa Modal, Mahasiswa KKN Undip Buatkan WebGIS Rute Rumah Sakit Rujukan COVID-19 Untuk Kelurahan Kramas

adminFebruary 12, 2021

KKN Mahasiswa Undip : Ubah Sampah Jadi Emas

adminFebruary 11, 2021