Opini

Hybrid Learning Setelah Kulon Tiga Semester

Hybrid Learning Setelah Kulon Tiga Semester

Semarang, Momentum – Dikeluarkannya Surat Edaran Rektor No 1711/UN7.P/KM/2021
yang menyatakan bahwa pembelajaran semester genap 2021/2022 dapat diselenggarakan
dalam bentuk hybrid learning, cukup menuai pro dan kontra di kalangan mahasiswa. Hybrid
learning merupakan suatu sistem pembelajaran campuran antara sistem pembelajaran
online dan offline. Sistem pembelajaran ini merupakan salah satu solusi yang ditawarkan
untuk masalah ketidakefektifan pembelajaran jarak jauh atau online yang sedang dijalankan
untuk mengurangi angka penyebaran Covid-19.

Setelah melakukan pembelajaran jarak jauh selama hampir 3 semester, mahasiswa telah
merasakan perbedaan dari pembelajaran dalam jaringan dan luar jaringan. Sehingga ketika
surat edaran tersebut dikeluarkan, muncul berbagai opini dari mahasiswa khususnya
mahasiswa fakultas teknik sendiri.

Banyak mahasiswa FT yang mendukung sistem hybrid learning dengan alasan sistem
tersebut dirasa akan lebih efektif dari pembelajaran jarak jauh dengan tetap meminimalisir
terjadinya cluster baru penyebaran Covid-19. Namun, tidak sedikit juga mahasiswa yang
beranggapan bahwa sistem ini akan menimbulkan kesenjangan pembelajaran bagi
mahasiswa. Pelaksanaan hybrid learning yang akan disesuaikan dengan status dan kondisi
asal dari mahasiswa menjadi alasan terbesarnya.

“Jika sistem ini benar diterapkan pada semester mendatang, mahasiswa yang terpaksa
tetap melakukan PJJ (Pembelajaran Jarak Jauh) tidak bisa menikmati fasilitas kampus yang
disediakan seperti mahasiswa lain yang melakukan pembelajaran luar jaringan, hal ini cukup
tidak adil menurut saya mengingat besaran UKT yang dibayarkan tetap sama,” Tutur Vero,
salah satu mahasiswa Teknik Komputer Undip.

Terlepas dari banyaknya pendapat yang bermunculan, perlu diperhatikan kembali tentang
kesiapan kampus apabila sistem hybrid ini akan benar-benar diterapkan. Pihak kampus
masih harus melakukan analisis yang mendalam, menyesuaikan rencana pembelajaran,
kebutuhan dana dan beberapa hal lainnya agar proses pembelajaran dapat berjalan sesuai
dengan yang diharapkan sehingga mendapatkan hasil yang optimal dan hal-hal yang
dikhawatirkan mahasiswa tidak terjadi nantinya.

Penulis : Anggi dan Fiqoh


Penulis : Anggi dan Fiqoh

Click to add a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

More in Opini

Ternyata Begini Kalau Menjadi Mahasiswa Baru di Masa Pandemi

adminSeptember 1, 2021

Akses All Network Permudah Kegiatan Belajar Mengajar

adminMay 4, 2021

AKSI TERORISME DI INDONESIA BELUM SELESAI

adminApril 28, 2021

Universitas Diponegoro Menggagas Hybrid Learning Semester Genap 2020/2021

adminApril 4, 2021

Kerugian Masyarakat Papua demi Perluasan Lahan Sawit

adminDecember 20, 2020

Kondisi Kebebasan Pers Pada Lembaga Pers Mahasiswa

adminNovember 2, 2020