Isu

Mengebiri KPK, Menyingkirkan Perannya dengan Tes Wawasan Kebangsaan (TWK)

Mengebiri KPK, Menyingkirkan Perannya dengan Tes Wawasan Kebangsaan (TWK)

Semarang, Momentum – Politik Indonesia kembali terguncang dengan adanya kabar 75 pegawai KPK yang terancam dipecat dengan alasan yang tidak jelas saat assisgnment pada tes wawasan kebangsaan. Berbagai pihak mulai memperbincangkan hal ini sejak berita ini tersebar. Salah satunya adalah mahasiswa Universitas Diponegoro. Mereka turut berkontribusi menyuarakan suara rakyat melalui acara panggung bebas dengan judul “Mengebiri KPK, Menyingkirkan dengan TWK oleh Aliansi Undip Peduli KPK” yang diadakan secara daring melalui platform Zoom dan Live Streaming Youtube BEM Undip pada Hari Minggu, (30/05/2021) pukul 19.00 WIB.

Panggung bebas diawali dengan kuliah umum yang disampaikan oleh Bapak Wija Wiyanto selaku dosen Fakultas Ilmu Sosial dan Politik dengan judul Reformasi di Korupsi. Beliau menyampaikan bahwa kasus korupsi terus bertambah sedangkan KPK justru semakin melemah. Dampak dari korupsi itu multidimensi, jika dilihat dari pandangan global maka suatu permasalahan yang dihadapi semua orang yang dampaknya itu sangat merugikan banyak orang. “Mahasiswa harus memperjuangkan kasus korupsi karena mahasiswa merupakan generasi penerus bangsa,” ujar Pak Yanto.

Tidak hanya itu, panggung bebas juga menampilkan orasi dari teman-teman mahasiswa. Orasi pertama disampaikan oleh Muhammad Abdullah Anas Almahsyudi selaku ketua BEM Fakultas Teknik Undip. Menurut Anas, permasalahan KPK ini sistematis karena banyak pegawai KPK yang diberhentikan dengan pertanyaan-pertanyaan yang aneh. Ada juga pegawai KPK yang biasanya mengajarkan tentang wawasan kebangsaan tetapi juga dinyatakan gagal. Dari hal tersebut timbul pertanyaan jika yang sering mengajarkan wawasan kebangsaan saja gagal, lantas bagaimana orang yang tidak mengajar atau pun belajar wawasan kebangsaan?

“Bangsa ini sedang diatur oleh oligarki karena para pegawai KPK yang dinyatakan dinonaktifkan dalam menangani beberapa kasus salah satunya yang sedang hangat yaitu kasus korupsi Bansos, jika dibiarkan para oligarki ini akan semakin semena-mena dalam membuat peraturan dan dalam bertindak,” jelas Anas.

Orasi kedua disampaikan oleh  Rizki Nauval dari kabem FH Undip. “Sebelum ke orasi disini saya mau nanya dulu sebenarnya siapa yang tidak memiliki wawasan kebangsaan? Mereka yang ingin melindungi para tikus-tikus korupsi atau mereka yang memang memiliki wawasan kebangsaan?” kata Rizki dengan penuh emosional.

“Sebagai generasi muda penerus bangsa, kita tidak boleh terdiam saja melihat kondisi bangsa kita yang terus digerogoti oleh para tikus-tikus itu,” ujar Rizki. Mengutip pernyataan dari Ir. Soekarno “Perjuangan mahasiswa saat ini lebih susah daripada melawan penjajah karena kita melawan bangsa kita sendiri”.

Orasi mahasiswa juga disampaikan oleh perwakilan mahasiswa lainnya seperti Muh. Sidik Pamungkas perwakilan dari Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Angela Agusta selaku Kepala Bidang HSP FSH Undip dan teman-teman mahasiswa yang lainnya. Selain orasi, terdapat beberapa penampilan, yaitu pembacaaan puisi serta menyanyikan lagu mengenai kasus pemberhentian pegawai KPK yang sedang hangat. Melalui panggung bebas ini, dapat dilihat bahwa sebagai generasi muda kita harus terus semangat dan berkobar. Kita harus menanamkan semangat perjuangan dan harus berani mengutarakan pendapat demi Indonesia yang lebih maju.

Penulis : Adeline dan Firman

Click to add a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Isu

More in Isu

Laboratorium Terintegrasi FT Undip Sebagai Penunjang Kolaborasi Penelitian Antar Keilmuan Teknik

adminSeptember 14, 2021

Nadiem: Perguruan Tinggi di Wilayah PPKM Level 1-3 Boleh Kuliah Tatap Muka Terbatas, Bagaimana Tanggapan Fakultas Teknik?

adminSeptember 10, 2021

Bincang UKT: Mengenal Lebih Dekat Sistem Keringanan UKT Undip

adminAugust 25, 2021

Perspektif Mahasiswa Terhadap Perpanjangan PPKM

adminAugust 24, 2021

Problematika Mahasiswa Tingkat Akhir yang Tak Kunjung Selesai: Keberlanjutan Permendikbud No 25 Tahun 2020 di Undip

adminMay 27, 2021

Aksi Solidaritas Mahasiswa Semarang: Sebagai Bentuk Aksi dari Kecacatan Demokrasi

adminMay 5, 2021