Coretan Teknik

Inovatif !!! Mahasiswa Undip Membuat Desain Gapura Ramah Lingkungan “Kawasan Geopark Tarusan Kamang”

Inovatif !!! Mahasiswa Undip Membuat Desain Gapura Ramah Lingkungan “Kawasan Geopark Tarusan Kamang”

Semarang, Momentum- Danau Tarusan Kamang terletak di Jorong Babukik dan Jorong Halalang, Nagari Kamang MudiakKecamatan Kamang MagekKabupaten AgamSumatra Barat. Danau ini terbilang unik karena hanya berisi air pada musim-musim tertentu. Suatu waktu danau terlihat begitu luas, tetapi dalam waktu yang tidak bisa diperkirakan, danau ini bisa berubah menjadi hamparan padang rumput hijau. Saat menjadi danau, di bagian tengah danau teradapat semacam tumpukan tanah yang tidak dibenami air. Tumpukan tersebut oleh masyarakat setempat sering disebut Padang Doto.

Danau ini menjadi salah satu tempat pengambilan gambar untuk film “Tenggelamnya Kapal van der Wijck” yang dirilis pada tahun 2013.Danau Tarusan Kamang selama ini dimanfaatkan warga untuk budi daya ikan, kubangan kerbau, memancing, dan mandi. Saat kering, ikan-ikan yang menghiasi danau banyak terperangkap dalam tambak-tambak yang dipasang sebagian warga. Ada beragam jenis ikan di sana seperti pantau, nila, rayo, panser, dan bada putih.

Proses menghilangnya air danau ke dalam perut bumi dan muncul di celah padang rumput yang hijau, tanpa bisa menebak waktunya diperkirakan terjadi karena adanya sungai bawah tanah. Sebagai danau karst, ketika air tanah naik, maka lorong-lorong di bawah bukit batu gamping akan menyemburkan air dan menutupi padang rumput sehingga tampaklah danau yang luas. Sebaliknya, ketika air sungai bawah tanah turun, air tersedot hingga hanya tampak padang rumput. Tidak ada waktu pasti kapan danau surut dan berapa lama danau kering. Terakhir, pada tahun lalu, Danau Tarusan Kamang kering selama satu tahun. Air baru muncul lagi lima bulan lalu. Saat ini kawasan itu masih menjadi danau, tempat anak-anak berenang dan warga mencari ikan.

Pembuatan desain ini bertujuan untuk memperindah dan memugar objek Wisata Geopark Tarusan Kamang guna menyukseskan program Pokdarwis (Kelompok Sadar Wisata) Jorong Halalang. Ketua Pokdarwis, Muhammad Fadly, merupakan penggagas program tersebut.

Desain program ini mengutamakan konsep “Build from Nature” yaitu penggunaan bahan baku bambu dalam pembuatan gapura. Bahan bambu dipilih karena sangat mudah di jumpai di Nagari Halalang dan sangat kua. Selain itu, bahan bamboo mudah di bentuk dan juga memiliki nilai keunikan yakni dari aspek motif dan warna yang bagus.

Pembuatan desain gapura ini menggunakan software sketch up modeling. Desain diawali dengan pembuatan tiang-tiang. Nantinya, antar tiang akan di hubungkan dengan kayu untuk penempatan tulisan gapura. Harapannya desain yang dihasilkan dapat memperindah kawasan Wisata Geopark Tarusan Kamang.

Penulis

  1. Alji Fadilla Adha, DPL : Karnoto S,T. M,T
  2. Khairul Fajri, DPL : Fajrul Falah S.Hum., M.Hum
  3. M. Haiqal Al Ihsan, DPL : Fajrul Falah S.Hum., M.Hum
  4. Zamzami, DPL : Karnoto S,T. M,T
Click to add a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Coretan Teknik

More in Coretan Teknik

Tingkatkan Kesiapsiagaan Bencana, Tim PKM Undip Ciptakan Peta Jangkauan Tsunami

adminAugust 28, 2021

Pembuatan Superhidrophilik Membran sebagai Alternatif Pengolahan Limbah Berminyak

adminAugust 20, 2021

Case Smartphone Antibakteri (Casturi): Solusi Praktis Lindungi Diri dan Handphone dari Bakteri

adminAugust 15, 2021

AirKita.id: Program Pemberdayaan Karang Taruna dalam Pengimplementasian Pemurni Air Sederhana Berbasis Sistem Aplikasi Digital di Kelurahan Bandarharjo

adminAugust 13, 2021

5 Tips Membuat Keluarga Nyaman di Rumah ala Mahasiswa KKN Undip

adminAugust 11, 2021

Kreatif! Mahasiswi KKN Undip Ciptakan Komposter Praktis Dan Ergonomis Di Lahan Sempit

adminAugust 10, 2021