Prestasi

“Kampung Sejari (Sehat, Hijau, Mandiri)”, Solusi Perkampungan Kumuh dari Undip untuk Jakarta

“Kampung Sejari (Sehat, Hijau, Mandiri)”, Solusi Perkampungan Kumuh dari Undip untuk Jakarta

Semarang, Momentum- Tim M-03 dari Undip memenangkan Juara 1 Kompetisi Penanganan Permasalahan Permukiman Kumuh di DKI Jakarta. Kompertisi ini adalah suatu sayembara atau lomba yang diselenggarakan oleh Ikatan Ahli Perencana (IAP) DKI Jakarta. Kompetisi ini dilatarbelakangi oleh perubahan pola hidup masyarakat yang memunculkan kebiasaan baru, yaitu menjaga kebersihan, berperilaku hidup sehat, dan mematuhi protokol kesehatan. Namun, masih ada permasalahan permukiman kumuh yang jika tidak segera diatasi dapat memberikan pengaruh terhadap peningkatan pandemi Covid-19.

Hal ini membutuhkan perencanaan yang dapat menjadi jawaban dari permasalahan ini. Maka dari itu, IAP memutuskan untuk mengadakan kompetisi Penanganan Permukiman Kumuh di tiga wilayah studi yaitu salah satunya di daerah manggarai RW 4 Kelurahan Manggarai dan Tanah abang yang dipilih oleh tim M-03 dari Undip sebagai lokasi perencanaan.

Tim M-03 terdiri dari enam orang mahasiswa Teknik Perencanaan Wilayah dan Kota, yaitu Lusia Sekar Raras Kinanti dari angkatan 2017, Muhammad Farhan Attarikshah dari angkatan 2017, Danu Ihsan Wasundoro dari angkatan 2017, Christina Sigalingging dari angkatan 2019, Gustia Kusumastuti dari angkatan 2019, dan Isnaini Nur Husna dari angkatan 2019. Selain itu, terdapat dua orang mahasiswa Arsitektur, yaitu Vinka Annisa Arofatur Rachman dari angkatan 2019 dan Simon Kredo H.S Simanjuntak dari angkatan 2019.

Lusia Sekar Laras dan tim mengajukan judul “Kampung Sejari (Sehat, Hijau, Mandiri)” pada kompetisi tersebut. Judul ini diwujudkan melalui konsep Sponge Neighborhood dengan menggunakan pendekatan Water Sensitive Urban Design (WSUD). WSUD ini merupakan sebuah konsep perencanaan lahan dan rekayasa pendekatan keteknikan yang mengintegrasikan siklus air perkotaan, termasuk air hujan, air tanah dan pengelolaan air limbah dan air bersih ke dalam desain perkotaan untuk meminimalkan kerusakan lingkungan dan meningkatkan daya tarik estetika dan rekreasi.

Tim yang terbentuk dari kolaborasi jurusan Perencanaan Wilayah dan Kota (PWK) dan Arsitektur dinobatkan sebagai juara 1 dengan mengajukan berbagai solusi untuk permasalahan permukiman kumuh. Solusi tersebut berupa program fisik seperti water rechanneling system, sustainable building typologies, pengoptimalan street and pedestrian network, dan green space integration maupun program non fisik seperti pembuatan aplikasi, pengadaan bank sampah, pemberdayaan masyarakat dan lain sebagainya.

Kompetisi ini mereka kerjakan secara online melalui  review literatur, survei melalui google street view, dan diskusi via platform online selama 2 bulan hingga penjurian final dan pengumuman pada Kamis (12/08/21). “… harapannya semoga nantinya bisa memicu semangat teman2 yang lain juga untuk berkompetisi,” harap Gusti.

Penulis : Firman dan Fiqoh

Click to add a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Prestasi

More in Prestasi

Harumkan Fakultas Teknik, Mahasiswa Teknik Kimia Mempersembahkan Gold Medal dalam Ajang IEI2C 2021

adminAugust 24, 2021

Empat Mahasiswa Undip Raih Penghargaan di KNMIPA-PT 2021

adminAugust 19, 2021

Meraih Gold Medal di Ajang Internasional

adminAugust 17, 2021

Kontribusi Tim PKM FT Lolos Pendanaan 2021 Terbanyak se-Undip!

adminMay 23, 2021

Mengulik Tips menjadi Mahasiswa Berprestasi (Mawapres) Undip

adminApril 28, 2021

Mengintip Keseruan Pilmapres Undip 2021

adminApril 25, 2021