Isu

Laboratorium Terintegrasi FT Undip Sebagai Penunjang Kolaborasi Penelitian Antar Keilmuan Teknik

Laboratorium Terintegrasi FT Undip Sebagai Penunjang Kolaborasi Penelitian Antar Keilmuan Teknik

Sumber: Ari Eko Widyantoro, S.T., M.Si  Kepala Bagian Tata Usaha Fakultas Teknik Undip

Semarang, Momentum- Fakultas Teknik Universitas Diponegoro bekerjasama dengan perusahaan otomotif PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMIIN) untuk membangun Integrated Laboratory Fakultas Teknik (FT) sebagai fasilitas penunjang kegiatan perkuliahan dan penelitian. Labotorium terintegrasi adalah laboratorium yang dapat digunakan untuk semua departemen di Fakultas Teknik yang terintegrasi dalam satu lokasi dengan tujuan untuk meningkatkan peran dan fungsi laboratorium ke arah yang lebih efisien, strategis, terpadu, dan kolaboratif. Konsep Laboratorium Terintegrasi FT direncanakan dengan mengedepankan aspek K3 (ISO:45001) dengan peralatan yang cukup memadai.

Ari Eko Widyantoro, S.T., M.Si selaku Kepala Bagian Tata Usaha Fakultas Teknik Undip menyatakan bahwa rencana DED (Detail Engineering Design) dibuat tahun ini, sedangkan konstruksi gedung akan dibangun tahun 2021 sampai dengan tahun 2022. Lokasi pembangunan Laboratorium berada di area kosong diantara Departemen Teknik Elektro, Teknik Mesin, Teknik Lingkungan, dan Teknik Industri. Menurutnya, Laboratorium Terintegrasi sangat diperlukan karena masih banyak fasilitas laboratorium FT yang belum mencukupi kebutuhan mahasiswanya. Rencananya beberapa ruang laboratorium seperti Laboratorium Las, Laboratorium SIG, Laboratorium TL, Laboratorium Kimia, dan lainnya akan dipindahkan ke Gedung Laboratorium Terintegrasi sehingga terdapat ruang kosong yang dapat dimanfaatkan sebagai tambahan ruang kelas.

“Misalkan Laboratorium Las diletakkan di lantai satu bisa digunakan oleh Teknik Mesin, Teknik Perkapalan, dan Teknik Industri. Kolaborasi penelitian juga dapat dilaksanakan antar departemen misalkan Laboratorium SIG Geodesi, Laboratorium BIM Teknik Sipil/Arsitek, Laboratorium Robotik, Laboratorium IoT, sangat terkait dan akan bisa berkolaborasi antar bidang ilmu. Laboratorium Teknik Lingkungan juga diletakkan satu lantai dengan laboratorium Teknik Kimia karena terkait keilmuannya dan lain-lain,” ucap Pak Ari.

Perkiraan anggaran yang dibutuhkan untuk pembangunan Laboratorium Terintegrasi ini yaitu sekitar 40 miliar rupiah dengan waktu pembangunan maksimal dua tahun. Dalam pembangunannya, terdapat beberapa kendala salah satunya adalah untuk saat ini, Laboratorium Terintegrasi masih berada pada tahap pembahasan komposisi pendanaan dan perhitungan luasan laboratorium dengan Universitas.

“Dengan diwujudkannya Laboratorium Terintegrasi ini, diharapkan mampu memenuhi fasilitas mahasiswa khususnya mahasiswa fakultas teknik untuk belajar dan menggunakan alat laboratorium lebih efisien serta efektif sehingga mahasiswa diharapkan mampu mengkolaborasikan penelitian antar keilmuan tiap departemen dengan mencontoh Fakultas Teknik Universitas Indonesia yang telah mempunyai gedung laboratorium terintegrasi seperti ini. Ruangan kelas juga bisa bertambah karena akan dilakukan penataan kembali setelah Laboratorium Terintegrasi ini terbangun,” tutup Pak Ari.

Penulis : Veve, Adeline, Anggi

Click to add a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Isu

More in Isu

Tindakan Undip dalam Konversi Nilai MBKM

adminSeptember 21, 2021

Nadiem: Perguruan Tinggi di Wilayah PPKM Level 1-3 Boleh Kuliah Tatap Muka Terbatas, Bagaimana Tanggapan Fakultas Teknik?

adminSeptember 10, 2021

Bincang UKT: Mengenal Lebih Dekat Sistem Keringanan UKT Undip

adminAugust 25, 2021

Perspektif Mahasiswa Terhadap Perpanjangan PPKM

adminAugust 24, 2021

Mengebiri KPK, Menyingkirkan Perannya dengan Tes Wawasan Kebangsaan (TWK)

adminJune 1, 2021

Problematika Mahasiswa Tingkat Akhir yang Tak Kunjung Selesai: Keberlanjutan Permendikbud No 25 Tahun 2020 di Undip

adminMay 27, 2021