Opini

Ternyata Begini Kalau Menjadi Mahasiswa Baru di Masa Pandemi

Ternyata Begini Kalau Menjadi Mahasiswa Baru di Masa Pandemi
Ilustrasi oleh Radioidola

Semarang, Momentum – Menjadi mahasiswa baru tentunya harus menghadapi banyak hal baru. Terutama saat masa pandemi ini, semua kegiatan dilaksanakan secara daring sehingga mahasiswa baru harus beradaptasi dengan kondisi yang ada. Dalam masa pandemi ini, kegiatan Ospek (Orientasi Studi dan Pengenalan Kampus) juga dilaksanakan secara daring sehingga memberi kesan tersendiri bagi mahasiswa karena dikemas dengan cara yang berbeda dari biasanya.

“Hal yang paling mengesankan selama saya Ospek online adalah bisa bertemu dengan teman-teman Arsitektur Undip 2021 walaupun secara virtual. Karena saya merasa mendapatkan impact yang positif, dimana saya banyak belajar dari mereka yang mempunyai background kehidupan yang luar biasa sebelumnya. Saya juga merasa excited dalam mengikuti setiap kegiatan OSPEK yang ada karena rangkaian acaranya yang menarik, kakak tingkat yang baik, dan pemateri yang komunikatif serta informatif,” ujar La Nadi, mahasiswa baru Arsitektur Universitas Diponegoro.

Selain La Nadi, mahasiswa baru Teknik Kimia Universitas Diponegoro, Baiq Elisa, juga berkomentar mengenai Ospek daring ini. Menurut Baiq, acara ODM (Orientasi Diponegoro Muda) sangat seru, apalagi terdapat penampilan-penampilan yang menarik yang ditunjukkan selama acara berlangsung.

Dalam rangkaian Ospek, mahasiswa baru juga dituntut untuk bisa bersosialisasi dengan mahasiswa lain agar rasa persaudaraan tetap terjalin dengan baik. “Kalau boleh jujur, pada awalnya saya takut sekali tidak mendapatkan teman selama kuliah online di Undip, dikarenakan keadaan sekarang yang membatasi pergerakan kita untuk saling bersosialisasi. Namun, dugaan saya itu salah, justru teman-teman di sini sangat ramah kepada saya. Bahkan saya juga mempunyai banyak sekali Taman, hal ini dikarenakan saya yang turut aktif dalam forum meeting ospek maupun kuliah online (Kulon). Alhasil, dari kejadian ini banyak dari teman-teman yang mulai chat saya di WhatsApp, Instagram, dan Line,” jelas La Nadi.

Tidak hanya itu, mereka juga diharuskan untuk bersosialisasi dengan dosen. La Nadi berkata bahwa selama seminggu berkuliah di Arsitektur Undip, ia merasa para dosen sangat ramah, informatif, komunikatif, pengertian, dan juga mempunyai wawasan yang luas. Sedangkan Baiq Elisa menuturkan bahwa para dosen sangat memotivasi mahasiswa untuk tetap berprestasi. Cara menyampaikan materi pun menyenangkan.

“Harapan saya ke depan sebagai mahasiswa Undip adalah semoga saya tidak termasuk mahasiswa kupu-kupu (kuliah-pulang, kuliah-pulang). Hal ini karena selain ingin berprestasi di dalam kelas, saya juga ingin turut aktif dalam pembangunan Undip itu sendiri, melalui keikutsertaan dalam organisasi dan juga berbagai bidang lomba yang saya minati. Jadi, bukan hanya saya yang bangga berkuliah di Undip, tetapi Undip juga bangga mempunyai mahasiswa seperti saya. Saya juga berharap bahwa saya dapat menebarkan impact yang positif bagi orang-orang di sekitar saya nantinya. Saya tahu kalau perjalanan ini tidaklah mudah, tetapi saya akan terus berusaha dan berdoa untuk dapat mewujudkan semua harapan saya kedepannya,” ucap La Nadi.

Penulis : Adeline dan Laylin

Click to add a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Opini

More in Opini

Akses All Network Permudah Kegiatan Belajar Mengajar

adminMay 4, 2021

Hybrid Learning Setelah Kulon Tiga Semester

adminApril 30, 2021

AKSI TERORISME DI INDONESIA BELUM SELESAI

adminApril 28, 2021

Universitas Diponegoro Menggagas Hybrid Learning Semester Genap 2020/2021

adminApril 4, 2021

Kerugian Masyarakat Papua demi Perluasan Lahan Sawit

adminDecember 20, 2020

Kondisi Kebebasan Pers Pada Lembaga Pers Mahasiswa

adminNovember 2, 2020