Isu

Di Balik Diskusi Kolaborasi “Undip Cantik”

Di Balik Diskusi Kolaborasi “Undip Cantik”
Sumber : www.instagram.com/bemfisipundip/

Semarang, Momentum – Bidang Sosial dan Politik (Sospol) Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Diponegoro (BEM FISIP Undip) melakukan kerjasama dengan Bidang Kajian dan Aksi Strategis (Kastrat) Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Ilmu Budaya Universitas Diponegoro (BEM FIB Undip) untuk mengadakan diskusi secara daring melalui Zoom meeting pada Sabtu lalu (25/09/2021). Diskusi yang diadakan mengangkat tema ‘Undip Cantik dalam Pusaran Sexism dan Standard Beauty’.

Menelisik alasan kedua BEM tersebut mengadakan kolaborasi diskusi, ternyata BEM FISIP Undip dengan BEM FIB Undip sudah merencanakan untuk mengadakan kolaborasi sejak dulu. “Sebenarnya dari dulu dari BEM FIB Undip dan BEM FISIP Undip memang ingin mengadakan kolaborasi diskusi namun pada saat itu belum terpikirkan untuk mengangkat topik apa,” ujar Aldiansyah, salah satu perwakilan dari BEM FIB Undip. Kemudian tercetuslah ide untuk mengangkat topik Sexism dan Standard Beauty ke dalam diskusi secara daring.

“Sebenarnya ide ini berawal dari nongkrong bareng Kabid (Kepala Bidang) Kastrat BEM FIB. Pada saat itu kebetulan kita baru diskusi santai tentang sexism dan standard beauty, hingga akhirnya kita kaitkan dengan fenomena Undip Cantik. Mulai dari itulah kita mencoba mengangkat isu tersebut. Jadi latar belakangnya memang berawal dari obrolan warung kopi, lalu dibawa ke ranah akademik,” ujar Risal, salah satu staff Sospol BEM FISIP.

Kami dari juga menanyakan alasan topik tersebut tidak diangkat ke diskusi dengan bidang Sospol BEM se-Undip. “Karena memang masalah Undip Cantik bukan salah satu isu strategis dari Sospol se-Undip. Jadi kita tidak melibatkan, kecuali dalam pengawalan isu kekerasan seksual itu pasti Sospol se-Undip bakal terlibat. Selain itu jika mau diangkat bersama sospol se undip harus konsolidasi dulu dan berbagai macam lainnya,” tegas Risal.

Ketika ditanya mengenai urgensi dari mengangkat topik tersebut, mereka mengaku bahwa urgensinya sebenarnya sederhana. “Urgensinya sederhana sebenarnya. Kita cuma pengen mengangkat isu di balik ramainya fenomena Undip Cantik, jadi fokus kita itu di hal sexisme dan standard beauty dengan studi kasus Undip Cantik,” jelas Risal.

Penulis : Hilmy dan Laylin

Click to add a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Isu

More in Isu

Diskusi Terbuka Membahas Isu Hangat Fakultas Teknik

adminNovember 24, 2021

Persiapan Fakultas Teknik Undip dalam Kuliah Hybrid

adminNovember 9, 2021

Aksi dan Panggung Bebas ‘Sumpah Pemuda Melawan Oligarki’

adminNovember 7, 2021

Road to Kuliah Tatap Muka

adminOctober 6, 2021

Penyerangan Terhadap Nakes di Papua, Pemerintah Harus Segera Mengusut Tuntas

adminSeptember 28, 2021

Tindakan Undip dalam Konversi Nilai MBKM

adminSeptember 21, 2021