Coretan Teknik

Terobosan Teknologi Kreatif Dan Strategi Pemasaran Baru Ala Mahasiswi UNDIP Pasca Pandemi Covid-19

Terobosan Teknologi Kreatif Dan Strategi Pemasaran Baru Ala Mahasiswi UNDIP Pasca Pandemi Covid-19

Lemahwungkuk, Cirebon (05/08) – Mengusung tema “Pemberdayaan Masyarakat di Tengah Pandemi Covid-19 Berbasis pada Tujuan Berkelanjutan (SGDs)” kegiatan KKN Tim II Universitas Diponegoro (UNDIP) tahun 2020 berfokus pada usaha penanganan pencegahan Penyebaran Covid-19 dan pemberdayaan masyarakat berkelanjutan pasca Covid-19. Kecamatan Lemahwungkuk sebagai salah satu kecamatan yang ada di Kota Cirebon, Jawa Barat mendukung penuh kegiatan KKN mandiri ini dan mengharapkan kontribusi positif dari mahasiswa melalui program yang dibawa sesuai dengan disiplin ilmunya masing-masing.

Dilansir dari situs covid19.cirebonkota.go.id, terpantau Minggu (05/08) kasus terkonfirmasi Covid-19 di Kota Cirebon telah mencapai angka 37 orang pasien. Adapun, sebanyak 6 orang pasien diantaranya dalam isolasi, 27 orang pasien selesai isolasi, dan 4 orang pasien meninggal dunia. Sementara, jumlah pasien suspek sebanyak 371 kasus dan tidak terdapat pasien probable. Sedangkan jumlah pasien kontak erat menunjukan angka 199 kasus, dengan 11 diantaranya sedang dalam masa karantina dan 188 orang selesai karantina. Kecamatan Lemahwungkuk menjadi kecamatan yang berada dalam zona biru kasus Covid-19 yang ditunjukan dengan tidak terdapatnya kasus positif terkonfirmasi Covid-19.

Tingginya angka positif dan rendahnya tingkat kesadaran masyarakat akan hal tersebut, menjadi latar belakang dilaksanakannya program bertajuk “Pengadaan Fasilitas Touchless Wastafel di Kantor Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kota Cirebon.”

“DPMPTSP sebagai salah satu lembaga pelayanan publik dirasa patut menjadi percontohan bagi masyarakat untuk menerapkan kebiasaan rutin mencuci tangan menggunakan sabun dan menjaga kebersihan tangan setiap saat. Pengadaan Touchless wastafel oleh mahasiswa KKN Tim II Undip ini diharapkan dapat menjadi media yang dapat memfasilitasi hal tersebut.” ungkap Icip Suryadi S.Sos. MM, sekretaris umum DPMPTSP Kota Cirebon saat ditemui di kantor nya.

Proses pengadaan fasilitas tersebut diawali dengan survei analisis kebutuhan dan pengukuran lokasi pemasangan fasilitas. Kemudian untuk memudahkan, dibuat rancangan desain produk secara 3 Dimensi. Pemilihan bahan baku dilakukan untuk menekan budget. Pada proses pembuatannya didominasi oleh proses sawing, drilling, dan welding. Proses perakitan produk dilakukan pada malam hari untuk mencegah keramaian yang terjadi pada jam kerja. Produk pun dibuat seringan mungkin agar memudahkan proses shipping dari tempat pembuatan ke lokasi pemasangan. Kemudian, dibuatkan poster yang berisikan infografis terkait prosedur cara menggunakan wastafel dan cara menuci tangan menggunakan sabun yang benar. Finalisasi produk dilakukan dengan mensosialisasikan produk touchless wastafel pada para pekerja dan pengunjung kantor untuk dapat dimanfaatkan secara maksimal dalam upaya pencegahan penyebaran Covid-19 di Kota Cirebon.

Pandemi Covid-19 pun momok yang mengancam keberlansungan kegiatan UMKM di Kota Cirebon. Dilansir dari artikel milik radarcirebon.com (10/07) sedikitnya sebanyak 834 UMKM di Kota Cirebon usahanya terdampak pandemic Covid-19 yang mengakibatkan turunnya jumlah permintaan produk dan pendapatan pekerjanya. UMKM Batik Kriyan menjadi salah satu dari sekian banyak UMKM yang cukup terdampak.

Program bertajuk “Pembuatan Marketing Booklet dengan Analisis STP (Segmentation, Targeting, Positioning) Dan 7P (Product, Place, Price, Promotion, People, Process, Physical Evidence) Dalam Rangka Mengoptimalkan Pemasaran Produk UMKM Batik Kriyan” dirasa dapat menjadi solusi yang tepat untuk mengedukasi pengelola UMKM Batik Kriyan dalam memperluas area pemasarannya sehingga nantinya konsumen menjadi lebih beragam.

Sosisalisasi (28/07) disambut antusias oleh pengelola UMKM, “Sosialisasi seperti ini bermanfaat sekali mbak, bagi pengelola UMKM seperti saya yang dirasa cukup gaptek bisa mendapatkan ide baru untuk memasarkan produk saya dan meningkatkan penjualan produk dengan melakukan penjualan online,” ujar pengelola, seusai kegaitan sosialisasi. Harapannya, dengan diadakaannya sosialisasi ini dapat memperluas pangsa pasar dan kembali meningkatkan penjualan produk UMKM Batik Kriyan secara berkelanjutan.

Penulis: Diah Dwi Lestari

#KKNTimII2020

#p2kknundip

#lppmundip

#undip

#KKNTimIIKotaCirebon

Click to add a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Coretan Teknik

More in Coretan Teknik

PRIHATIN KARENA KURANGNYA EDUKASI KESELAMATAN, MAHASISWA UNDIP SOSIALISASIKAN PENTINGNYA MENGETAHUI KESELAMATAN SAAT BERADA DI KAPAL DAN TEMPAT KERJA

adminFebruary 15, 2021

Mahasiswa KKN UNDIP Penuh Ide! Sulap Sampah Plastik Jadi Alternatif Batu Bata

adminFebruary 14, 2021

COVID-19 Masih Melonjak, Mahasiswa KKN UNDIP Gencarkan Pelatihan Pembuatan Handsanitizer Touchless Otomatis

adminFebruary 14, 2021

Mahasiswa KKN Undip : Masterplan “Kawasan Tangguh Covid-19” sebagai Arahan Pembangunan Infrastruktur di Tengah Pandemi

adminFebruary 14, 2021

Tanpa Modal, Mahasiswa KKN Undip Buatkan WebGIS Rute Rumah Sakit Rujukan COVID-19 Untuk Kelurahan Kramas

adminFebruary 12, 2021

Taman Permata Tembalang – Rekomendasi Desain Ruang Terbuka Publik untuk Mewadahi Aktivitas Fisik Masyarakat RW 5 Kelurahan Kramas

adminFebruary 11, 2021